Sebenarnya saya merasa hal ini begitu konyol... memviralkan sesuatu hal yang sebenarnya sangat remeh dan gak penting untuk dibahas.
Kejadiannya adalah ketika Vaksinasi massal yang diselenggarakan untuk memfasilitasi Vaksinasi Santri Pesantren Tahfidz Al Quran yang mendadak viral gegara narasi yang dibangun seolah-olah Santri tersebut mengharamkan Musik.
Berbagai komentar muncul di group media sosial, dari yang membully, membela, menghujat, mengecam serta ada juga yang langsung menuduh mereka adalah bibit radikalisme.
Menurut saya itu hal yang sangat konyol sekali, yang seharusnya dikritisi adalah si Perekam dan pembuat Narasi (yang melenceng), akan tetapi tuduhan malah ditujukan kepada santri yang bahkan mereka tidak mendengar apa yang disampaikan oleh perekam dan tidak pula mengetahui apa yang di narasikan terhadap mereka.
Radikalismenya dimana?
Ini yang saya tidak habis fikir dengan pola pikir netizen. Apakah mereka sudah terlalu stress dengan Covid19 sehingga tumpul daya berfikirnya? Apakah mereka sudah terlalu Paranoid dengan Wahabisme sehingga menisbatkan cara berpakaian Santri tersebut sebagai golongan Wahabi? Ataukah mereka sudah teracuni oleh Faham Orientalis Barat?
Saya fikir ini sudah terlalu jauh dari Budaya Nusantara yang "katanya" menjunjung tinggi sikap toleransi. sementara yang mereka bully itu tidak melakukan perusakan, tidak melarang atau mengharamkan musik, mereka hanya menutup telinga mereka (sendiri) agar tidak ingin terganggu konsentrasinya dalam melakukan murojaah hafalan mereka (katanya).
Kita sudah diracuni untuk selalu berprasangka buruk terhadap orang lain yang sebenarnya bukan urusan kita.
Maka mari kembali ke Budaya Nusantara yang menjunjung tinggi Sikap Toleransi dan Tenggang Rasa.
Tags:
Viral

Sangat disayangkan bila sesuatu yang baik hanya berhenti pada diri kita saja... budayakan MLM amal... semakin banyak yang kita ajak berbuat baik... semakin banyak pula profit pahala yang kita dapatkan
ReplyDelete